28 Tahun Reformasi, Mahasiswa Nilai Banyak Janji Belum Terwujud
Sumber Kompas.com
JAKARTA – jmpdnews
Gelombang kritik terhadap kondisi demokrasi dan tata kelola pemerintahan kembali menguat dari kalangan mahasiswa. Dalam berbagai forum diskusi dan aksi publik, mahasiswa menegaskan bahwa agenda Reformasi 1998 belum sepenuhnya terwujud, meski hampir tiga dekade telah berlalu sejak tumbangnya rezim Orde Baru.
Bagi kalangan mahasiswa, reformasi tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kekuasaan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan pemerintahan yang bersih, supremasi hukum yang kuat, pemberantasan korupsi, perlindungan hak asasi manusia, serta penguatan demokrasi yang berpihak kepada rakyat. Namun berbagai persoalan yang masih terjadi dinilai menunjukkan bahwa pekerjaan rumah reformasi belum selesai.
Sejumlah isu yang menjadi sorotan antara lain meningkatnya kekhawatiran terhadap kualitas demokrasi, penegakan hukum yang dianggap belum sepenuhnya adil, persoalan korupsi, hingga kebijakan publik yang dinilai kurang melibatkan partisipasi masyarakat secara bermakna. Mahasiswa juga menyoroti pentingnya menjaga ruang kritik agar tetap terbuka sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Dalam berbagai kesempatan, mahasiswa menegaskan bahwa gerakan mereka bukan semata-mata bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan upaya mengingatkan seluruh elemen bangsa agar cita-cita reformasi tidak berhenti menjadi slogan. Mereka menilai generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal arah perjalanan bangsa.
Pengamat politik menilai suara mahasiswa masih memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Sejarah mencatat bahwa mahasiswa kerap menjadi penggerak perubahan sosial dan politik ketika terjadi kesenjangan antara harapan masyarakat dan realitas yang dirasakan di lapangan. Oleh karena itu, aspirasi yang disampaikan perlu dijadikan bahan evaluasi oleh para pemangku kebijakan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, pesan yang dibawa mahasiswa terbilang sederhana namun kuat: reformasi bukanlah peristiwa yang selesai pada tahun 1998, melainkan proses panjang yang harus terus dijaga, dikawal, dan diperjuangkan agar tujuan bernegara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia. ?



Komentar via Facebook