NUSRON WAHID “MENGHILANG”? INI FAKTA TERBARUNYA

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 17 September 2026 | 73x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

NUSRON WAHID “MENGHILANG”? INI FAKTA TERBARUNYA

Jmpdnews - Jakarta, 

17 September 2026 — Keberadaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menjadi sorotan setelah ia tidak terlihat dalam sejumlah agenda publik di tengah penyidikan KPK terkait dugaan suap pengurusan HGB.

Nusron tercatat dua hari berturut-turut tidak menghadiri rapat dengan Komisi II DPR, yakni 15 dan 16 September 2026. Kehadirannya digantikan Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan. Menurut Ossy, Nusron memiliki agenda dan penugasan yang telah terjadwal. ANTARA juga melaporkan bahwa Ossy menyatakan Nusron tidak sakit. 

Situasi semakin menjadi perhatian karena pada 17 September 2026 KPK melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan Kementerian ATR/BPN, termasuk ruangan Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN, Lampri, yang telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK mengatakan penggeledahan dilakukan untuk mencari dan melengkapi alat bukti. 

Empat orang disebut KPK sebagai orang kepercayaan Nusron

Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan delapan tersangka. KPK menyebut empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid, yaitu Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry. 

KPK juga menyita uang sekitar Rp106,3 miliar dalam perkara tersebut. 

Namun, poin pentingnya:

Sampai informasi yang terverifikasi pada 17 September 2026, Nusron Wahid belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

KPK sendiri menyatakan kemungkinan memanggil Nusron akan bergantung pada kebutuhan penyidikan.

Lalu, benarkah Nusron “menghilang”?

Istilah “menghilang” saat ini lebih merupakan framing pemberitaan, karena sejumlah media memang menggunakan istilah tersebut. Ada laporan bahwa Nusron tidak terlihat di kantor ketika KPK melakukan penggeledahan, tetapi hal tersebut tidak sama dengan bukti bahwa Nusron melarikan diri atau bersembunyi. 

Bahkan Wamen ATR/BPN memberikan penjelasan bahwa Nusron memiliki agenda/penugasan lain yang sudah terjadwal. 

? Catatan Redaksi JMPDNews

Yang justru menarik untuk dipertanyakan bukan sekadar “Nusron ke mana?”, tetapi:

Mengapa Menteri ATR/BPN tidak hadir dalam dua agenda DPR berturut-turut ketika KPK sedang mengusut perkara besar di kementeriannya?

Apakah memang karena agenda resmi yang telah dijadwalkan sebelumnya, atau ada agenda lain yang belum disampaikan kepada publik?

Itu yang perlu diklarifikasi kepada Nusron maupun Kementerian ATR/BPN.

Sementara itu, jangan sampai pemberitaan mengubah ketidakhadiran dalam agenda publik menjadi tuduhan bahwa seseorang melarikan diri atau menyembunyikan diri, karena sejauh data yang terverifikasi saat ini belum ada pernyataan resmi KPK yang menyatakan demikian.

JMPDNews — Fakta Dulu, Spekulasi Jangan Mendahului Bukti.