Jababeka Terintegrasi, Peluang Masyarakat Lokal Jangan Sampai Terpinggirkan

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 02 September 2026 | 96x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jababeka Terintegrasi, Peluang Masyarakat Lokal Jangan Sampai Terpinggirkan

CIKARANG TIMUR — jmpdnews Kawasan Jababeka dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan permukiman yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi yang sangat besar. Namun, di balik pesatnya perkembangan kawasan tersebut, masih muncul pertanyaan dari masyarakat sekitar: sejauh mana peluang dan informasi yang tersedia di kawasan Jababeka dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal?

Keprihatinan tersebut disampaikan Direktur LBH ARJUNA H. Zuli Zulkipli, S.H., yang menilai pentingnya keterbukaan informasi mengenai berbagai peluang yang ada di kawasan Jababeka, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Menurutnya, masyarakat lokal tidak semestinya hanya menjadi penonton dari pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan properti. Dengan keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik, masyarakat Cikarang Timur dan sekitarnya justru dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan kawasan.

“Apakah warga sekitar kurang mumpuni atau kurang dari sisi SDM? Saya atas nama warga sangat prihatin. Justru kami berharap segala informasi mengenai peluang yang ada dapat dibuka seluas-luasnya agar masyarakat lokal bisa ikut berkembang,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah program yang menurutnya dapat menjadi ruang kolaborasi antara pengelola kawasan, perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, seperti pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, beasiswa bagi anak-anak kurang mampu yang berprestasi, pemberdayaan UMKM, pelatihan tenaga kerja, serta berbagai program sosial dan ekonomi lainnya.

“Jababeka adalah kawasan yang terintegrasi. Artinya, peluang untuk masyarakat maju dan sejahtera seharusnya sangat terbuka. Tinggal bagaimana peluang itu dikomunikasikan dan dibangun bersama,” katanya.

Zuli menilai diperlukan ruang komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dengan pihak manajemen Jababeka. Menurutnya, forum audiensi dapat menjadi momentum untuk membahas berbagai potensi, kebutuhan, serta peluang yang dapat dikembangkan bersama.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan kepentingan masyarakat dengan pengelola kawasan. Sebaliknya, masyarakat ingin menjadi mitra dalam pembangunan.

Menurutnya, kawasan industri yang maju idealnya tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

“Kalau komunikasi dengan pihak manajemen ada kesulitan, mari kita cari ruang dialog. Kalau perlu dilakukan audiensi secara terbuka. Yang kami inginkan sederhana: masyarakat lokal mendapatkan akses informasi, kesempatan, dan ruang untuk berkembang,” tegasnya.

JMPDNews mencatat, persoalan hubungan antara kawasan industri dengan masyarakat sekitar bukan semata persoalan bantuan sosial, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Jababeka memiliki potensi ekonomi yang besar. Tantangannya adalah memastikan bahwa kemajuan kawasan juga menjadi kemajuan masyarakat di sekitarnya.

“Jababeka maju, masyarakat sekitar juga harus ikut maju.”