Kepala BGN mundur ada apa ?

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 22 Juli 2026 | 107x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kepala BGN mundur ada apa ?

JMPDNEWS.COM

Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Ketua BGN, Momentum Evaluasi Tata Kelola Program Makan Bergizi Nasional

Jakarta – Nanik S. Deyang dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran diri tersebut menjadi perhatian publik mengingat BGN merupakan lembaga yang memegang peranan strategis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Keputusan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun, pengunduran diri seorang pejabat negara merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang harus dihormati, sembari menunggu penjelasan resmi dari pemerintah mengenai alasan dan langkah tindak lanjut atas kepemimpinan BGN.

Program MBG sendiri menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia sehingga membutuhkan tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, serta didukung sistem pengawasan yang kuat agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengamat menilai pergantian kepemimpinan seharusnya dijadikan momentum untuk memperkuat kelembagaan BGN, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki sistem pengawasan, serta memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga di seluruh daerah.

Program strategis nasional tidak boleh bergantung pada figur semata, melainkan harus dibangun di atas sistem yang kuat, tata kelola yang baik (good governance), dan mekanisme evaluasi yang berkelanjutan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Komentar

"Pergantian maupun pengunduran diri pejabat adalah hal yang biasa dalam pemerintahan. Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama, sementara evaluasi terhadap tata kelola dan kualitas pelayanan harus terus dilakukan agar tujuan program benar-benar tercapai," ujar H. Zuli Zulkipli, SH, Direktur LBH ARJUNA.