CPNS 2026 Dibuka, Pemerintah Siapkan 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan
JMPDNews — Jakarta.
Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi CPNS melalui jalur sekolah kedinasan tahun 2026. Pengumuman dan pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, dengan proses pendaftaran dilakukan melalui portal SSCASN BKN.
Formasi tersebut tersebar di sembilan instansi, antara lain IPDN sebanyak 1.410 formasi, PKN STAN 1.000, sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan 891, Politeknik Statistika STIS 564, Poltek Imigrasi dan Pemasyarakatan 375, Politeknik Pengayoman Indonesia 250, STMKG 130, STIN 100, serta Poltek SSN 50 formasi.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang menyediakan 3.257 formasi. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ditargetkan berlangsung September 2026 menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan materi TWK, TIU dan TKP.
Direktur LBH ARJUNA: Jangan Ada Celah Permainan
Direktur LBH ARJUNA, H. Zuli Zulkipli, SH, menyambut positif dibukanya kesempatan tersebut. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar proses seleksi benar-benar dijaga dari praktik percaloan, titipan, pungutan liar maupun manipulasi.
“Kami berharap seleksi sekolah kedinasan 2026 benar-benar berlangsung transparan dan berdasarkan kemampuan peserta. Jangan sampai kesempatan anak-anak bangsa justru dimanfaatkan oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.”
Menurutnya, sistem CAT merupakan langkah penting untuk menjaga objektivitas seleksi, tetapi pengawasan tetap diperlukan pada seluruh tahapan, termasuk seleksi lanjutan.
“Yang paling penting bukan hanya sistem ujiannya, tetapi integritas seluruh penyelenggara. Masyarakat harus berani melaporkan apabila menemukan dugaan kecurangan. Jangan sampai slogan merit system hanya menjadi formalitas,” tegas Zuli.
Ia juga mengimbau para calon peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku memiliki akses untuk meluluskan peserta.
“Masuk sekolah kedinasan harus melalui kemampuan dan prestasi, bukan karena uang atau orang dalam. Kalau ada yang menjanjikan kelulusan, masyarakat jangan ragu melapor,” pungkasnya.



Komentar via Facebook