Hari-Hari Tasyrik, Waktunya Makan, Minum, dan Memperbanyak Dzikir*

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 28 Mei 2026 | 77x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hari-Hari Tasyrik, Waktunya Makan, Minum, dan Memperbanyak Dzikir*

_Romadoni Abu Ismail_

Makkah - jmpdnews.id

Pagi ini, kita memasuki tanggal 11 Dzulhijjah, hari pertama dari rangkaian Ayyamut Tasyrik (Hari-hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Bagi para jamaah haji, hari-hari ini dihabiskan dengan mabit (bermalam) di Mina untuk melempar ketiga jumrah.

Bagi seluruh kaum muslimin, baik yang sedang berhaji maupun di Tanah Air, hari-hari ini adalah hari raya yang dilarang (diharamkan) untuk berpuasa. Rasulullah ? menyifati hari-hari ini dengan sabdanya:

"Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berdzikir (mengingat) kepada Allah." (HR. Muslim no. 1141)

_Harmoni Fisik dan Ruhani: Makan untuk Beribadah_

Islam adalah agama yang sangat seimbang (wasathiyah).

Setelah melewati rangkaian ibadah yang berat, Allah ? mensyariatkan hamba-Nya untuk bersukacita menikmati hidangan (terutama dari daging kurban), namun kebahagiaan fisik tersebut harus dikaitkan dengan ibadah spiritual, yakni dzikir.

Allah ? berfirman memerintahkan hamba-Nya yang sedang berada di Mina:

"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang (hari-hari Tasyrik). " (QS. Al-Baqarah: 203)

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah dalam kitabnya Lathaiful Ma'arif memberikan sebuah catatan yang sangat indah mengenai korelasi antara makan, minum, dan dzikir di hari-hari Tasyrik ini:

"Sesungguhnya diperintahkannya makan dan minum di hari-hari raya adalah agar hal tersebut dijadikan penolong (tambahan energi) untuk taat dan berdzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla. Karena barangsiapa yang menjadikan nikmat-nikmat Allah sebagai penolong untuk bermaksiat kepada-Nya, maka sungguh ia telah mengkufuri nikmat tersebut."

_Menghidupkan Takbir Muqayyad_

Salah satu bentuk dzikir yang paling ditekankan di hari-hari Tasyrik adalah menggemakan takbir. Para sahabat Nabi, seperti Umar bin Khattab dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhum, diketahui bertakbir di kemah-kemah mereka di Mina, lalu orang-orang di pasar ikut bertakbir hingga Mina bergemuruh oleh suara takbir.

Bagi kita kaum muslimin, disunnahkan untuk terus membaca Takbir Muqayyad, yaitu takbir yang dibaca setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu lima waktu, yang terus berlanjut hingga waktu Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Bagi para tamu Allah di Mina, nikmatilah masa istirahat dan kebersamaan di tenda-tenda dengan memperbanyak kalimat tauhid dan takbir. Bagi kita di Tanah Air, saat menyantap hidangan daging kurban hari ini, niatkanlah agar asupan tersebut menguatkan tulang dan otot kita untuk berdiri dalam shalat, melangkah ke masjid, dan beramal shalih. Jadikan setiap suapan sebagai jalan syukur yang menghantarkan pada keridhaan-Nya.

Mina, 11 Dzulhijjah