Antrian Haji 5.7 juta ada 400.000 data Invalid

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 18 Agustus 2026 | 91x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Antrian Haji 5.7 juta ada 400.000 data Invalid

JMPDNEWS — JAKARTA 

Persoalan validitas data calon jemaah haji kembali menjadi perhatian publik. Sebanyak 5,7 juta calon jemaah haji disebut masih tercatat dalam sistem, namun sekitar 400.000 data di antaranya dinyatakan invalid.

Informasi tersebut disampaikan Dahnil Azhar, sebagaimana tercantum dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Besarnya jumlah data yang disebut tidak valid menjadi perhatian serius karena data calon jemaah haji merupakan salah satu fondasi penting dalam proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pendataan, verifikasi, penentuan kuota hingga penyusunan berbagai layanan bagi jemaah.

Jika angka tersebut benar, diperlukan langkah verifikasi dan validasi secara menyeluruh agar tidak terjadi persoalan dalam penetapan daftar tunggu maupun pengelolaan kuota haji.

Publik juga patut mendapatkan penjelasan mengenai penyebab 400.000 data dinyatakan invalid, apakah disebabkan data ganda, perubahan status calon jemaah, ketidaksesuaian identitas, calon jemaah yang telah meninggal dunia, atau persoalan administrasi lainnya.

Transparansi menjadi penting mengingat menyangkut jutaan calon jemaah haji yang telah menunggu keberangkatan selama bertahun-tahun.

JMPDNEWS mendorong agar Kementerian yang menangani penyelenggaraan haji memberikan penjelasan terbuka mengenai angka tersebut sekaligus memastikan proses pemutakhiran data dilakukan secara akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, data haji bukan sekadar angka—di balik setiap satu data terdapat harapan seorang calon jemaah untuk memenuhi panggilan ke Tanah Suci.