81 Tahun Indonesia Merdeka: Merdeka untuk Siapa?
Opini Direktur LBH ARJUNA untuk JMPDNews
Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Sebuah perjalanan panjang yang seharusnya menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat.
Namun, bagi sebagian masyarakat kecil di Kabupaten Bekasi, makna kemerdekaan masih terasa jauh dari kenyataan.
Di tengah kawasan industri yang berdiri megah dan menjadi salah satu pusat ekonomi nasional, masih banyak rakyat Bekasi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Ironisnya, ketika kesempatan kerja datang, muncul pula cerita dan keluhan tentang adanya biaya atau pungutan yang harus dibayar untuk bisa mendapatkan pekerjaan.
Lalu, apa arti kemerdekaan bagi rakyat kecil jika untuk mendapatkan pekerjaan saja mereka harus mengeluarkan uang?
Kemerdekaan seharusnya bukan hanya milik mereka yang memiliki akses, kekuasaan, jabatan, dan modal. Kemerdekaan harus dirasakan oleh buruh, petani, pedagang kecil, pemuda, masyarakat desa, dan seluruh rakyat yang menggantungkan hidup dari keringatnya sendiri.
Kabupaten Bekasi memiliki ribuan perusahaan dan kawasan industri yang menghasilkan nilai ekonomi sangat besar. Tetapi pertanyaan mendasarnya adalah: seberapa besar manfaat pertumbuhan industri tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bekasi?
Jangan sampai rakyat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Jangan sampai anak-anak muda Bekasi hanya melihat pabrik-pabrik berdiri megah, sementara untuk memperoleh pekerjaan mereka justru merasa harus memiliki uang, koneksi, atau orang dalam.
Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti bebas dari ketidakadilan, bebas dari diskriminasi, bebas dari praktik pungutan, serta memiliki kesempatan yang sama untuk hidup layak.
Pemerintah Kabupaten Bekasi harus berani mengevaluasi sistem penyerapan tenaga kerja lokal. Transparansi rekrutmen harus diperkuat. Jika benar masih ada praktik meminta uang kepada pencari kerja, maka harus ditindak tegas karena pekerjaan bukan komoditas yang boleh diperjualbelikan.
Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, kita patut bertanya dengan jujur:
Apakah rakyat Kabupaten Bekasi sudah benar-benar merdeka?
Jangan hanya merayakan kemerdekaan dengan upacara dan memasang bendera. Mari kita wujudkan kemerdekaan dalam bentuk yang paling nyata: pekerjaan yang layak, penghasilan yang cukup, pelayanan publik yang adil, dan masa depan yang tidak ditentukan oleh isi dompet.
H. ZULI ZULKIPLI, SH
Direktur LBH ARJUNA
Opini untuk JMPDNews



Komentar via Facebook