AS-Iran Sepakat Damai, MoU Bersejarah Siap Ditandatangani di Swiss

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 15 Juni 2026 | 91x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

AS-Iran Sepakat Damai, MoU Bersejarah Siap Ditandatangani di Swiss

Liputan 6.com

JMPDNEWS 

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah kedua negara dikabarkan telah menyelesaikan draf nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang akan menjadi dasar perdamaian pasca konflik berkepanjangan. Penandatanganan resmi dokumen tersebut dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 19 Juni 2026. 

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa seluruh poin utama yang menjadi kepentingan Teheran telah dimasukkan ke dalam draf kesepakatan. Pemerintah Iran juga berencana mempublikasikan isi lengkap dokumen tersebut setelah proses penandatanganan resmi selesai dilakukan.

Kesepakatan damai ini disebut menjadi hasil dari serangkaian negosiasi intensif yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Salah satu poin penting yang telah diumumkan adalah dimulainya pencabutan blokade maritim terhadap Iran serta pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia karena perannya dalam perdagangan energi global. 

Selain penghentian permusuhan, kedua negara juga akan memasuki fase negosiasi lanjutan selama 60 hari guna membahas isu pencabutan sanksi ekonomi, aset Iran yang dibekukan, hingga program nuklir Teheran. Iran menegaskan bahwa pembahasan lebih lanjut hanya akan dilakukan setelah adanya verifikasi terhadap komitmen Washington dalam menjalankan poin-poin awal kesepakatan. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Ia juga menyampaikan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS menjadi bagian dari langkah awal normalisasi hubungan kedua negara.

Pengamat internasional menilai kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Jika seluruh poin dapat direalisasikan, perdamaian AS-Iran diyakini akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas kawasan, keamanan jalur perdagangan internasional, serta pasar energi dunia yang selama ini terguncang akibat konflik kedua negara tersebut. 

**(Redaksi JMPDNEWS)**