Kapolda Metro Jaya Mutasi 22 Pejabat, Publik Menanti Bukan Sekadar Pergantian Jabatan, Tetapi Perubahan Kinerja

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 29 Juli 2026 | 51x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kapolda Metro Jaya Mutasi 22 Pejabat, Publik Menanti Bukan Sekadar Pergantian Jabatan, Tetapi Perubahan Kinerja

JAKARTA | JMPDNews 

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri, memimpin serah terima jabatan (sertijab) terhadap 22 Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran Polda Metro Jaya. Mutasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus tindak lanjut kebijakan mutasi di lingkungan Polri. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya membangun sinergi, menjaga soliditas, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Namun, di balik rotasi jabatan tersebut, masyarakat berharap perubahan yang terjadi tidak berhenti pada pergantian nama di papan jabatan. Tantangan terbesar jajaran Polda Metro Jaya saat ini adalah membangun kembali kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan.

Direktur LBH ARJUNA, H. ZULI ZULKIPLI, SH, menegaskan bahwa mutasi adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri, tetapi ukuran keberhasilannya ditentukan oleh keberanian para pejabat baru dalam menghadirkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Mutasi tidak boleh hanya menjadi seremoni administratif. Yang dibutuhkan rakyat adalah perubahan nyata dalam pelayanan, penegakan hukum yang tidak tebang pilih, serta tindakan tegas terhadap anggota yang menyalahgunakan jabatan. Kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui integritas dan keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu."

Menurut H. Zuli Zulkipli, SH, wilayah hukum Polda Metro Jaya menghadapi berbagai persoalan kompleks, mulai dari kejahatan jalanan, narkotika, mafia tanah, premanisme, hingga dugaan tindak pidana korupsi yang memerlukan penanganan serius.

"Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Rakyat membutuhkan kepastian bahwa setiap laporan akan ditindak secara profesional tanpa intervensi kepentingan apa pun. Jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan kekuasaan untuk dilindungi."

LBH ARJUNA juga mengajak masyarakat untuk terus mengawasi kinerja aparat penegak hukum secara objektif dan konstruktif. Sinergi antara kepolisian, masyarakat, media, dan lembaga bantuan hukum dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan.

Mutasi telah dilaksanakan. Kini publik menunggu pembuktian bahwa wajah baru kepemimpinan di Polda Metro Jaya benar-benar menghadirkan pelayanan yang lebih bersih, lebih humanis, dan lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.