Miqat di Tan'im dan Kasih Sayang Rasulullah Saw Kepada Istrinya, Aisyah*

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 04 Juni 2026 | 149x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Miqat di Tan'im dan Kasih Sayang Rasulullah Saw Kepada Istrinya, Aisyah*

Makkah Al Mukaromah

Makkah - jmpdnews.web.id

Judul di atas mengundang pertanyaan, apa hubungannya miqat di Tan'im dan Kasih sayang Rasulullah Saw kepada istrinya, Aisyah?

Miqat adalah tempat  memulai niat ihram bagi yang akan melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Di tempat miqat ini setiap orang akan memulai niat ihramnya untuk haji maupun umrah dengan berpakaian ihram dan mematuhi larangan-larangan dalam berihram.

Terdapat 5 lokasi Miqat utama yang dipilih sesuai rute perjalanan bagi setiap orang dari berbagai negara  menuju kota Mekkah, sebagai berikut:

1. *Dzulhulaifah atau Bir Ali (Bi'ru/Sumur Ali)*. Lokasi ini dari bagi penduduk yang berasal dari arah Madinah. Lebih kurang 450 km di Utara kota Mekkah.

2. *Juhfah*. Lokasi miqat ini diperuntukkan bagi penduduk yang berasal dari Syam, Mesir, dan wilayah barat/Utara.

3. *Qarnul Manazil*. Lokasi ini adalah tempat miqatnya bagi penduduk yang berasal dari kawasan Nejd dan kawasan timur Mekkah seperti Thaif.

4. *Yalamlam*. Lokasi miqat ini merupakan tempat miqat bagi penduduk dari arah selatan, seperti Yaman, juga Indonesia, dan sebagainya.

5. *Dzatu Irqin (Ad-Dharibah)*. Lokasi miqat ini merupakan tempat miqat bagi penduduk Irak dan sekitarnya.

Adapun untuk umrah sunnah, ada miqat tambahan di kota Mekkah. Tempat miqat tambahan di Mekkah tersebut ada di beberapa lokasi perbatasan kota Mekkah, sebagai berikut:

1. *Masjid Ummul Mukminin Siti Aisyah di Tan'im*. Lokasi miqat ini berada di utara arah Masjidil haram dan berjarak paling dekat yakni hanya 7 km saja.

2. *Masjid Ji'ranah,* berjarak 22-24 km dari arah timur laut kota Mekkah. Kata *Ji'ranah* diambil dari nama seorang perempuan dungu suku Quraisy dari Bani Tim yang diabadikan dalam Al-Qur'an dalam bentuk perumpamaan. Berikut teks Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 92. "Janganlah kamu seperti seorang wanita yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi bercerai berai. Ji'ranah sekarang menjadi nama kampung 24 kilometer ke arah Mekkah. Di sini Rasulullah Saw pernah mengambil miqat setelah selesai perang Hunain lalu melakukan umrah, kemudian langsung menuju Madinah.

3. *Masjid Hudaibiyah*. Adalah miqat bagi umrah Sunnah dari arah barat daya berjarak lebih kurang 23-25 km dari Mekkah.

Di antara ketiga miqat di perbatasan kota Mekkah tadi, Tan'im punya cerita indah dan abadi secara tersendiri.

Suatu saat Rasulullah Saw dan rombongan ingin berumrah, saat sudah siap berangkat, namun Aisyah ternyata datang bulan (menstruasi, haid).  Aisyah sangat sedih karena tidak bisa umrah bersama Rasulullah Saw dan rombongan, akhirnya karena rasa sayangnya kepada istri, untuk menghibur Aisyah sang Istri tercinta, Rasulullah Saw meminta Aisyah menyusul jika sudah selesai haid-nya. Lalu Rasulullah meminta saudara laki-laki Aisyah untuk mengantarkan dan mengambil miqat di sekitar daerah Tan'im. Di Tan'im Aisyah memulai miqat untuk umrah. Di tempat Aisyah memulai miqat itulah sekarang dibangun masjid yang diberi nama Masjid Ummul Mukminin Aisyah (The Mother of Believers, Aisha).

Satu-satunya nama miqat diambil dari istri Rasulullah yang adanya di Masjid Aisyah, di Tan'im.

Sebuah harmoni rasa cinta suami kepada istri berbuah indah. Hari ini monumen Masjid Aisyah menandai miqat terdekat bagi orang-orang yang ada di perbatasan Mekkah yang akan melaksanakan umrah sunnah.

Haji tahun 2026 ini juga banyak terlihat indahnya rasa sayang suami dan istri yang tampak bergandengan dan berpegangan tangan saat Jumrah, bahkan saat tawaf, dan juga sa'i.  Indah sekali pemandangan umrah dan haji tahun 2026 ini saat ada kakek dan nenek usia sekitar 80 dan 75 tahun sejak awal di Mina menuju Jamarat hingga di tempat jumrah ula, wustha dan Aqabah selalu berpegangan tangan. Tidak pernah lepas bergandengan. MasyaAllah.

Begitu pula di rombongan haji mandiri kloter 38 dari Bekasi, Bandung, dan Indramayu, tampak banyak sekali pemandangan indah dimana suami istri saling menopang mendukung satu sama lain, suami atau istri yang jalannya sudah gontai lalu dipapah dan digandeng tangannya penuh rasa cinta dan kasih. Seakan-akan sejarah miqat Masjid Aisyah di Tan'im memberikan bisikan dan  hembusan positif kepada suami istri dan  seakan berseru: "Hei kalian suami istri ingatlah dan sayangilah pasangan kalian seperti kalian ingat bahwa Rasulullah Saw sangat sayang istrinya Aisyah", sampai menjadikan Tan'im menjadi miqat abadi sepanjang masa sebagai bukti tanda kasih sayang suami kepada istri.

Jika orang Bekasi boleh berpantun, maka ia akan  bilang dalam pantunnya:  

*Berapa banyak bintang di langit.*

*Saya hitung jumlahnya seribu tujuh.*

*Berapa banyak wanita cantik.*

*Hanya satu istri saya yang saya rindu*

Wallahu A'lam bis Shawab.

(Ahmad Ghozi Siddiq, Syisya, Mekkah, 18 Dzulhijjah 1447H/4 Juni 2026).