Suhu Madinah Capai 47 Derajat Celsius, Jamaah Haji Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 21 Juni 2026 | 81x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Suhu Madinah Capai 47 Derajat Celsius, Jamaah Haji Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Dok Kemenhaj RI

JMPDNEWS

Madinah Siaga Panas Ekstrem, Suhu 

MADINAH – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui sistem Early Warning System (EWS) mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem di Kota Madinah pada Minggu, 21 Juni 2026. Suhu udara diperkirakan mencapai puncaknya pada sore hari dengan temperatur hingga 47 derajat Celsius, sementara pada siang hari mencapai 46 derajat Celsius. 

Berdasarkan informasi EWS, suhu pada pagi hari berada di angka 41 derajat Celsius, malam hari 44 derajat Celsius, dengan kelembaban udara hanya sekitar 9 persen dan kecepatan angin rata-rata 10 kilometer per jam. Kondisi tersebut meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke), terutama bagi jamaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta. 

Kementerian Haji dan Umrah RI menetapkan status Siaga 1 untuk suhu di atas 45 derajat Celsius. Jamaah lansia, penyandang disabilitas, dan jamaah dengan komorbid dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar hotel. Jika harus keluar, jamaah diwajibkan menggunakan alas kaki, masker, payung, serta perlindungan diri lainnya.

Selain itu, jamaah diimbau untuk rutin mengonsumsi air putih dan oralit tanpa menunggu rasa haus, serta membasahi wajah, tangan, dan bagian tubuh yang terpapar sinar matahari secara langsung guna menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Prakiraan cuaca untuk Senin, 22 Juni 2026, menunjukkan suhu terendah berada di angka 34 derajat Celsius dan suhu tertinggi tetap mencapai 47 derajat Celsius. Kondisi ini sejalan dengan sejumlah peringatan cuaca ekstrem yang sebelumnya dikeluarkan otoritas Arab Saudi dan pemerintah Indonesia selama musim haji tahun 2026. 

Komentar JMPDNEWS

Cuaca di Madinah saat ini bukan sekadar panas biasa, tetapi sudah berada pada level yang dapat mengancam keselamatan jamaah apabila tidak diantisipasi dengan baik. Jamaah hendaknya tidak memaksakan diri untuk beribadah sunnah di luar ruangan pada jam-jam terik. Keselamatan dan kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah itu sendiri. Petugas haji, ketua kloter, hingga keluarga jamaah di Tanah Air perlu terus mengingatkan pentingnya disiplin menjaga hidrasi dan menghindari paparan matahari langsung demi mencegah jatuhnya korban akibat cuaca ekstrem.