Kloter KJT-38 Matangkan Persiapan Armuzna, Petugas Fokus pada Jamaah Lansia dan Risiko Tinggi
Foto dok jmpdnews.id
MAKKAH — jmpdnews.id
Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jajaran petugas Kloter KJT-38 terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan lancar.
Kloter KJT-38 yang terdiri dari jamaah asal Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi diketahui memiliki jumlah jamaah lanjut usia dan risiko tinggi yang cukup banyak. Dari total 442 jamaah dan petugas, sebanyak 318 jamaah berusia di atas 60 tahun serta 19 jamaah masuk kategori risiko tinggi berat.
Ketua Kloter KJT-38, Imas Siti Maisaroh, mengatakan seluruh petugas kini fokus melakukan penguatan koordinasi menjelang fase Armuzna yang menjadi puncak ibadah haji dan membutuhkan kesiapan fisik ekstra.
“Kami terus melakukan briefing kepada seluruh jamaah terkait teknis pelaksanaan Armuzna, mulai dari jadwal keberangkatan, kesiapan perlengkapan pribadi, konsumsi, hingga menjaga kondisi kesehatan. Jamaah lansia dan risiko tinggi menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.
Menurutnya, petugas kesehatan kloter juga telah melakukan pemantauan rutin terhadap jamaah yang membutuhkan pengawasan khusus, termasuk jamaah pengguna kursi roda dan jamaah dengan riwayat penyakit tertentu.
“Kami mengimbau jamaah untuk tidak memaksakan diri, memperbanyak istirahat, minum air yang cukup, serta selalu mengikuti arahan petugas agar seluruh proses Armuzna berjalan aman dan tertib,” tambahnya.
Salah satu jamaah Kloter KJT-38 asal Kabupaten Bekasi, Maysaroh Abdullah, mengaku bersyukur mendapat perhatian dan pendampingan dari para petugas kloter menjelang Armuzna.
“Alhamdulillah petugas sangat membantu, terutama untuk jamaah lansia seperti saya. Kami terus diberikan arahan dan diperhatikan kondisi kesehatannya sehingga merasa lebih tenang menghadapi puncak haji,” tuturnya.
Selain kesiapan kesehatan, petugas kloter juga memastikan perlengkapan jamaah seperti kartu identitas, perlengkapan ibadah, logistik konsumsi, hingga kebutuhan transportasi selama Armuzna telah dipersiapkan secara maksimal.
Puncak ibadah haji sendiri akan dimulai dengan pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah 1447 Hijriah, dilanjutkan mabit di Muzdalifah dan prosesi lempar jumrah di Mina hingga hari tasyrik.
Petugas Kloter KJT-38 berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.



Komentar via Facebook