DOA MEMOHON HUJAN: KISAH RASULULLAH SAW YANG RELEVAN DI TENGAH KEKERINGAN

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 04 September 2026 | 78x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DOA MEMOHON HUJAN: KISAH RASULULLAH SAW YANG RELEVAN DI TENGAH KEKERINGAN

JMPDNEWS | RELIGI

Madinah pernah mengalami kekeringan. Saat Rasulullah Muhammad SAW sedang menyampaikan khutbah Jumat, seorang Arab Badui meminta beliau memohon kepada Allah SWT agar hujan diturunkan.

Rasulullah SAW kemudian berdoa. Awan berkumpul dan hujan pun turun hingga aliran air memenuhi parit-parit di Madinah. Hujan bahkan berlangsung selama sepekan.

Pada Jumat berikutnya, ketika hujan justru turun terlalu deras, orang yang sama kembali meminta Rasulullah SAW berdoa agar hujan dialihkan. Rasulullah SAW pun berdoa agar hujan turun di sekitar Madinah, bukan membahayakan masyarakat di dalamnya.

Kisah yang diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim ini menjadi pengingat bahwa ketika menghadapi persoalan alam, manusia tidak hanya dituntut berikhtiar secara teknis, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di tengah persoalan kekeringan dan ancaman kebakaran hutan serta lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, sholat Istisqa dan doa memohon hujan kembali menjadi pengingat penting tentang hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.

Namun doa tidak boleh dipisahkan dari ikhtiar. Menjaga lingkungan, mengelola sumber air, mencegah kerusakan alam dan membangun kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.

Pelajaran dari kisah Rasulullah SAW: ketika alam membutuhkan hujan, manusia berdoa. Ketika menghadapi persoalan lingkungan, manusia juga wajib berikhtiar.

JMPDNews — Mengabarkan Fakta, Mengawal Kepentingan Publik.

Sumber utama kisah: Republika — Kisah Doa Rasulullah SAW Meminta Hujan Saat Madinah Dilanda Kekeringan??