Semarak Hari Batik Nasional di SMP Negeri 4 Cikarang Timur, Siswa Diajak Cintai Warisan Budaya
BEKASI — JMPDNEWS.WEB.ID
Peringatan Hari Batik Nasional di SMP Negeri 4 Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, berlangsung dengan nuansa berbeda. Para siswa dan tenaga pendidik turut mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia sejak dini.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Penggunaan batik di lingkungan sekolah menjadi momentum edukatif bagi para siswa untuk mengenal, menghargai dan ikut melestarikan salah satu identitas budaya bangsa yang telah mendapat pengakuan internasional.
Ketua Komite SMP Negeri 4 Cikarang Timur, H. Zuli Zulkipli, SH, mengatakan bahwa peringatan Hari Batik Nasional harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar mengenakan pakaian batik.
“Batik bukan hanya pakaian, tetapi bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa. Karena itu, generasi muda harus dikenalkan sejak sekolah agar memiliki rasa bangga terhadap budaya Indonesia,” ujar Zuli.
Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan kebudayaan, kata dia, dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa agar tidak tercerabut dari akar budaya bangsa di tengah perkembangan teknologi dan budaya global.
“Anak-anak kita hidup di tengah perubahan yang sangat cepat. Sekolah tidak cukup hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai kebangsaan, budaya dan karakter. Batik menjadi salah satu pintu masuk yang sederhana tetapi sangat penting,” katanya.
Zuli juga mengapresiasi pihak sekolah yang menjadikan momentum Hari Batik Nasional sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti pengenalan sejarah batik, motif batik daerah, hingga kegiatan kreatif yang melibatkan siswa.
“Kalau anak-anak sudah mengenal dan mencintai budaya sendiri, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki identitas. Melestarikan budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk sekolah, orang tua dan masyarakat,” tegasnya.
Peringatan Hari Batik Nasional di SMP Negeri 4 Cikarang Timur pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia sekaligus menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang tumbuhnya karakter, kreativitas dan kebanggaan terhadap identitas bangsa.



Komentar via Facebook