Singa Podium KH Syukron Makmun Berpulang, Umat Islam Kehilangan Ulama Kharismatik

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 19 Oktober 2026 | 18x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Singa Podium KH Syukron Makmun Berpulang, Umat Islam Kehilangan Ulama Kharismatik

Rosadi Yamani

JAKARTA, JMPDNews 

Kabar wafatnya KH Syukron Makmun pada Minggu, 18 Oktober 2026, meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam, khususnya para santri, alumni, dan masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya sebagai ulama yang tegas, lantang, dan berani menyampaikan pesan-pesan keagamaan dari atas mimbar.

KH Syukron Makmun yang dikenal dengan julukan Singa Podium merupakan salah satu ulama yang memiliki karakter kuat dalam berdakwah. Gaya ceramahnya yang keras, lugas, dan penuh semangat menjadikan namanya dikenal luas, terutama di kalangan umat Islam di Jakarta dan sekitarnya.

Bagi banyak orang, sosoknya bukan sekadar penceramah, melainkan juga guru yang mengajarkan keberanian, keteguhan prinsip, dan pentingnya menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941, KH Syukron Makmun menempuh perjalanan panjang dalam pendidikan agama. Ia pernah menimba ilmu di Pesantren Sidogiri dan Pondok Modern Darussalam Gontor sebelum melanjutkan pengabdiannya di dunia dakwah dan pendidikan Islam.

Salah satu warisan terbesarnya adalah Pondok Pesantren Daarul Rahman yang didirikannya pada 1975 di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pesantren tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan dakwahnya dalam membina generasi muda melalui pendidikan agama dan pembentukan akhlak.

Dari pesantren itu, nilai-nilai perjuangan dan pendidikan terus diwariskan kepada para santri dan alumninya. Jejak pengabdian seorang ulama tidak hanya diukur dari berapa lama ia hidup, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkannya bagi generasi penerus.

Pada masa Orde Baru, KH Syukron Makmun juga dikenal sebagai sosok yang berani menyampaikan pandangan dan kritik dari mimbar dakwah. Ketegasannya membuat ia disegani sekaligus dikenang sebagai ulama yang tidak mudah kehilangan suara ketika berhadapan dengan keadaan yang menantang.

Kepergiannya menjadi pengingat bahwa kehidupan setiap manusia memiliki batas, termasuk bagi mereka yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk umat.

Warisan Ilmu yang Tak Berakhir

Kepergian KH Syukron Makmun bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan lingkungan pesantren, tetapi juga bagi dunia dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.

Mimbar tempat ia menyampaikan ceramah akan tetap berdiri. Pesantren yang didirikannya akan terus menjadi tempat menimba ilmu. Para santri dan alumni pun memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkannya.

Sosoknya mungkin tidak lagi hadir secara fisik, tetapi ilmu, nasihat, dan keteladanan yang ditinggalkannya dapat terus hidup melalui orang-orang yang pernah belajar dan mengambil manfaat darinya.

Selamat jalan, KH Syukron Makmun. Sang Singa Podium telah berpulang, meninggalkan jejak panjang pengabdian bagi umat.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala kekhilafannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Al-Fatihah.

Oleh Rosadi Yamani FB