Babarit Ciranggon, Tradisi Leluhur yang Menjadi Kekuatan Kampung Wisata

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 18 Agustus 2026 | 83x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Babarit Ciranggon, Tradisi Leluhur yang Menjadi Kekuatan Kampung Wisata

CIKARANG TIMUR, JMPDNEWS — Tradisi Babarit kembali digelar masyarakat Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rest Area Mbah Goen tersebut menjadi momentum masyarakat untuk melestarikan adat leluhur sekaligus mempererat silaturahmi dan gotong royong.

Ratusan warga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Nuansa budaya Sunda begitu terasa melalui pakaian adat, tumpeng dan berbagai rangkaian tradisi yang menjadi bagian dari Babarit.

Tokoh masyarakat sekaligus penggagas Kampung Wisata Ciranggon, Mbah Goen, mengatakan Babarit bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Babarit ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus cara kita menjaga warisan leluhur. Ada nilai silaturahmi, gotong royong dan kebersamaan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Mbah Goen.

Menurutnya, budaya lokal harus menjadi bagian penting dalam pengembangan Kampung Wisata Ciranggon.

“Kita ingin Ciranggon dikenal bukan hanya karena tempat wisatanya, tetapi karena masyarakatnya mampu menjaga budaya dan kearifan lokal. Kalau budaya hidup, kampung wisata juga akan memiliki karakter,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cipayung H. Ajan memberikan apresiasi terhadap masyarakat yang terus mempertahankan tradisi tersebut.

“Kami Pemerintah Desa Cipayung sangat mendukung kegiatan seperti Babarit. Ini merupakan identitas dan warisan masyarakat yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai generasi muda kehilangan pengetahuan tentang budaya leluhurnya,” ujar H. Ajan.

H. Ajan juga berharap kegiatan budaya dapat menjadi bagian dari penguatan Kampung Wisata Ciranggon sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Plt. Bupati: Budaya Jangan Sampai Hilang

Kehadiran Plt. Bupati Bekasi dr. H. Asep Surya Atmaja menjadi perhatian tersendiri dalam kegiatan Babarit tersebut.

Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Bekasi mengapresiasi masyarakat Kampung Ciranggon yang masih mempertahankan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Ciranggon yang masih menjaga tradisi dan budaya leluhur. Ini merupakan kekayaan Kabupaten Bekasi yang harus kita pertahankan bersama,” ujar Plt. Bupati Bekasi.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana identitas serta budaya masyarakat tetap hidup.

“Jangan sampai pembangunan dan modernisasi membuat kita lupa terhadap akar budaya. Tradisi seperti Babarit justru harus kita rawat, karena di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong dan rasa syukur,” katanya.

Plt. Bupati juga menilai Kampung Ciranggon memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis budaya dan masyarakat.

“Kalau budaya, lingkungan dan kreativitas masyarakat bisa dikembangkan bersama, saya yakin Kampung Ciranggon bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah dapat terus bersinergi dalam mengembangkan potensi tersebut tanpa menghilangkan karakter dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat.

Budaya, Wisata dan Gotong Royong

Babarit di Kampung Ciranggon akhirnya bukan hanya menjadi sebuah tradisi tahunan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan desa wisata.

Masyarakat tetap menjaga adat leluhur, sementara potensi budaya tersebut dikembangkan menjadi kekuatan baru bagi Kampung Wisata Ciranggon.

Dari tradisi lahir kebersamaan. Dari kebersamaan tumbuh kampung wisata. Dan dari budaya, lahir identitas masyarakat.

JMPDNEWS — Mengabarkan Fakta, Mengawal Aspirasi.