Tangis Dosen di Mahkamah Konstitusi, Alarm Keras bagi Masa Depan Pendidikan Indonesia

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 06 Juli 2026 | 88x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tangis Dosen di Mahkamah Konstitusi, Alarm Keras bagi Masa Depan Pendidikan Indonesia

Sumber Kompas.com

Jakarta - jmpdnews 

Tangis seorang dosen saat memberikan kesaksian di ruang sidang Mahkamah Konstitusi bukan sekadar luapan emosi, melainkan cerminan nyata masih rendahnya penghargaan negara terhadap profesi pendidik. Di hadapan majelis hakim, dosen tersebut mengaku tidak mampu memberikan gaji pertamanya kepada orang tua, sebuah impian yang selama ini menjadi kebanggaan banyak anak setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. 

Kesaksian itu membuka mata publik bahwa masih banyak dosen, khususnya dosen non-ASN, yang menerima penghasilan jauh dari harapan meskipun memiliki kualifikasi akademik tinggi, beban mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang tidak ringan. Bahkan, sebagian terpaksa mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Kondisi tersebut menjadi ironi di tengah cita-cita Indonesia menuju negara maju. Bagaimana mungkin kualitas pendidikan tinggi dapat ditingkatkan apabila kesejahteraan para pendidiknya masih terabaikan? Dosen adalah ujung tombak lahirnya sumber daya manusia unggul, inovator, peneliti, hingga calon pemimpin bangsa.

Momentum sidang di Mahkamah Konstitusi ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah dan para pembuat kebijakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penggajian, perlindungan kerja, dan kesejahteraan dosen, khususnya mereka yang berstatus non-ASN. Pengabdian kepada dunia pendidikan tidak boleh dibalas dengan ketidakpastian ekonomi.

JMPDNEWS menilai bahwa investasi terbaik bagi masa depan Indonesia bukan hanya membangun gedung kampus yang megah, tetapi juga memastikan para dosen memperoleh kehidupan yang layak. Sebab, kesejahteraan dosen pada akhirnya akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan nasional dan daya saing bangsa di masa depan.(Kompas.com)