Deretan Tokoh NU Masuk Barisan Wantimpres Prabowo, Dari Gus Yahya hingga Said Aqil
JAKARTA — JMPDNEWS
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Sebanyak 26 tokoh masuk dalam jajaran Wantimpres pemerintahan Prabowo. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh agama, akademisi, pengusaha, mantan pejabat negara, hingga purnawirawan TNI dan Polri. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P/2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Sejumlah Tokoh NU Masuk Wantimpres
Dari jajaran tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Nahdlatul Ulama (NU), di antaranya Shinta Nuriyah Wahid, KH Anwar Iskandar, KH Said Aqil Siradj, KH Yahya Cholil Staquf, serta Jusuf Hamka.
Shinta Nuriyah Wahid merupakan istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan tercatat sebagai Mustasyar PBNU masa khidmah 2026–2031.
Sementara KH Anwar Iskandar merupakan Wakil Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031. Adapun KH Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum PBNU dua periode, kini tercatat sebagai Mustasyar PBNU.
Nama lain yang menjadi perhatian adalah Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang sebelumnya menjabat Ketua Umum PBNU periode 2021–2026. Setelah kepengurusan PBNU periode tersebut berakhir melalui Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gus Yahya kini mendapat penugasan sebagai anggota Wantimpres.
Adapun Jusuf Hamka dikenal pernah menjadi bagian dari kepengurusan inti PBNU dan merupakan pengusaha nasional yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Wantimpres Bukan Sekadar Jabatan Seremonial
Secara konstitusional, Wantimpres merupakan lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, sebagaimana diatur dalam Pasal 16 UUD 1945 dan UU Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden.
Dalam konteks pemerintahan Prabowo, komposisi Wantimpres memperlihatkan keberagaman latar belakang tokoh yang dilibatkan. Selain tokoh agama dan NU, terdapat pula akademisi, pengusaha, tokoh politik, purnawirawan TNI-Polri, serta tokoh dari berbagai kelompok keagamaan dan masyarakat.
Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, sedangkan Muhammad Qodari menjadi Sekretaris.
Tantangan di Tengah Pemerintahan
Masuknya sejumlah tokoh senior NU ke dalam Wantimpres menempatkan mereka pada posisi strategis untuk memberikan pandangan kepada Presiden mengenai berbagai persoalan bangsa.
Namun, peran tersebut tetap berada dalam koridor Wantimpres sebagai pemberi nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Efektivitasnya pada akhirnya akan terlihat dari bagaimana berbagai pengalaman, perspektif keagamaan, kebangsaan, hukum, ekonomi, sosial, dan politik yang dimiliki para anggota dapat diterjemahkan menjadi masukan kebijakan.
Bagi publik, perhatian utama bukan hanya pada siapa yang duduk di dalam Wantimpres, tetapi juga sejauh mana lembaga tersebut mampu memberikan pertimbangan yang konstruktif, independen, dan berpijak pada kepentingan negara serta masyarakat.
JMPDNEWS — Komposisi baru Wantimpres kini menjadi bagian penting dari konfigurasi pemerintahan Prabowo. Kehadiran sejumlah tokoh NU di dalamnya juga menjadi perkembangan yang patut dicermati, khususnya terkait kontribusi mereka dalam memberikan nasihat kepada Presiden mengenai persoalan-persoalan strategis nasional.



Komentar via Facebook