Harvest Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, BMKG: Bukan Gerhana Bulan

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 26 September 2026 | 84x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Harvest Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, BMKG: Bukan Gerhana Bulan

JMPDNews.web.id | Bekasi 

Langit Indonesia pada Sabtu malam, 26 September 2026, akan dihiasi fenomena astronomi Harvest Moon atau Bulan Panen. Fenomena ini merupakan fase Bulan purnama yang terjadi berdekatan dengan ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut masyarakat dapat menyaksikan piringan Bulan yang tampak bulat utuh dan bersinar terang dengan mata telanjang. Fenomena tersebut tidak memerlukan alat pelindung mata khusus.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bulan diperkirakan mulai terbit sekitar 17.29 WIB. Namun, BMKG menyebut pengamatan akan lebih optimal mulai sekitar pukul 20.00 WIB, ketika posisi Bulan sudah cukup tinggi di langit, dan mencapai posisi puncaknya sekitar 23.39 WIB.

Bukan Gerhana Bulan

Fenomena malam ini perlu dibedakan dengan gerhana Bulan. Pada Harvest Moon, Bulan berada dalam fase purnama dan tampak penuh karena mendapatkan cahaya Matahari secara optimal dari perspektif pengamat di Bumi.

Sementara itu, gerhana Bulan terjadi ketika konfigurasi Matahari, Bumi dan Bulan menyebabkan Bulan memasuki bayangan Bumi. BMKG mencatat gerhana Bulan sebagian pada 28 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Ada Potensi Pasang Purnama

Selain fenomena langit, BMKG juga mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir untuk mewaspadai pasang purnama. Posisi Matahari, Bumi dan Bulan yang relatif segaris dapat memperkuat gaya gravitasi sehingga pasang air laut berpotensi lebih tinggi dan surut lebih rendah dari kondisi biasanya.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati Harvest Moon malam ini, lokasi dengan pandangan langit yang luas dan minim polusi cahaya dapat memberikan pengalaman pengamatan yang lebih baik.

JMPDNews.web.id mengajak masyarakat menikmati fenomena alam tersebut sekaligus membedakan informasi astronomi yang beredar, sehingga tidak terjadi kekeliruan antara Bulan Purnama/Harvest Moon dengan Gerhana Bulan.