Kloter KJT-38 Bawa 442 Jamaah Haji, Sebanyak 19 Jamaah Masuk Kategori Risiko Tinggi

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 16 Mei 2026 | 114x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kloter KJT-38 Bawa 442 Jamaah Haji, Sebanyak 19 Jamaah Masuk Kategori Risiko Tinggi

asrama haji provinsi Jawa Barat Indramyu

Indramayu - jmpdnews.id

Kloter KJT-38 yang terdiri dari jamaah haji asal Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci pada Selasa, 19 Mei 2026 melalui Bandara Internasional Kertajati (KJT).

Penerbangan menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5215 tersebut masuk dalam Gelombang II pemberangkatan haji tahun 2026. Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 15.00 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi pada pukul 20.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Total jamaah dan petugas dalam Kloter KJT-38 mencapai 442 orang, terdiri dari 196 jamaah laki-laki dan 246 jamaah perempuan.

Petugas kloter yang mendampingi jamaah antara lain Ketua Kloter (TPHI) Imas Siti Maisaroh, TPIHI Sarip Asbuloh, serta tim kesehatan haji Indonesia (TKHI) Dimas Rizky Nawawi dan Rini Yuliani Roskol Rosad.

Sementara Petugas Haji Daerah (PHD) yang turut mendampingi yakni Zuli Zulkipli dari Kabupaten Bekasi, Moch Aldiansyah Siddiq dari Kabupaten Bandung, serta Tete Tarma Alhani dari Kabupaten Bandung.

Selama berada di Kota Makkah, jamaah Kloter KJT-38 akan ditempatkan di Sektor 1, tepatnya di Areeb Hotel 1 sebanyak 422 orang dan Areeb Hotel 2 sebanyak 23 orang. Sedangkan di Madinah, jamaah akan menempati wilayah Sektor 4 di Louloat Aldiyafah Hotel.

Berdasarkan data petugas kloter, jamaah dengan usia di bawah 60 tahun tercatat sebanyak 162 orang, sedangkan jamaah usia di atas 60 tahun mencapai 318 orang. Kondisi ini membuat pengawasan kesehatan dan pendampingan jamaah lanjut usia menjadi perhatian khusus petugas.

Selain itu, terdapat 19 jamaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) berat. Salah satu jamaah bahkan membutuhkan bantuan kursi roda selama menjalankan ibadah haji, yakni Maysaroh Abdullah.

Ketua Kloter KJT-38, Imas Siti Maisaroh, mengatakan seluruh petugas telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pelayanan jamaah berjalan maksimal, khususnya bagi jamaah lansia dan risiko tinggi.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh petugas kloter, terutama tim kesehatan, agar jamaah yang masuk kategori lansia maupun risiko tinggi mendapatkan pendampingan dan pemantauan secara optimal selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kondisi kesehatan sejak keberangkatan dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah.

“Kami berharap seluruh jamaah tetap menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta mengikuti arahan petugas agar ibadah haji dapat berjalan lancar, aman, dan khusyuk,” tambahnya.

Petugas kesehatan kloter menyatakan seluruh jamaah risiko tinggi akan mendapatkan pemantauan intensif selama perjalanan maupun saat berada di Arab Saudi guna memastikan kondisi kesehatan tetap stabil.

Selain pelayanan kesehatan, petugas juga tengah mendata kebutuhan khusus jamaah, termasuk tambahan konsumsi seperti makanan lunak atau bubur bagi jamaah tertentu yang membutuhkan penanganan khusus.

Pihak kloter berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan fisik, dan kelancaran selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji mabrur.