ANAK MENANGIS MEMANGGIL AYAH, TANGISAN YANG MENGGETARKAN HATI INDONESIA
Liputan 6.Com
JMPDNEWS.Web.Id
Sebuah video yang beredar luas di media sosial menyisakan luka mendalam di hati masyarakat. Seorang anak perempuan menangis histeris di samping jenazah ayahnya yang tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa akibat dituduh mencuri ayam. Peristiwa tragis itu terjadi di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Polisi kini menyelidiki dugaan pencurian sekaligus tindak pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Di tengah kerumunan, suara tangis sang anak memecah kesunyian. Dengan polos ia terus memanggil, "Ayah... Ayah..." seolah berharap sosok yang selama ini menjadi tempat berlindungnya dapat kembali membuka mata. Namun harapan itu tak pernah terwujud.
Pemandangan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap korban kekerasan, ada keluarga yang kehilangan, ada anak-anak yang harus tumbuh tanpa pelukan seorang ayah, dan ada luka batin yang mungkin tak akan pernah sembuh sepanjang hidup mereka.
Apa pun dugaan kesalahan seseorang, Indonesia adalah negara hukum. Tidak seorang pun berhak mengambil alih peran aparat penegak hukum dengan menghakimi, menganiaya, apalagi menghilangkan nyawa seseorang. Tindakan main hakim sendiri bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga meninggalkan penderitaan yang harus ditanggung oleh keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi ini seharusnya menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat bahwa amarah sesaat dapat menghancurkan banyak kehidupan. Satu nyawa melayang, seorang anak kehilangan ayah, seorang keluarga kehilangan tulang punggung, dan masyarakat kembali dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa kekerasan tidak pernah menjadi jalan keluar.
JMPDNEWS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, mengedepankan hukum, dan menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat yang berwenang. Jangan biarkan satu tuduhan berubah menjadi tragedi kemanusiaan yang meninggalkan tangisan anak-anak tak berdosa.



Komentar via Facebook