Lima Program Strategis Tirta Bhagasasi, LBH Arjuna Dorong Audit Efisiensi Anggaran dan Cegah Pemborosan

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 19 Oktober 2026 | 34x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lima Program Strategis Tirta Bhagasasi, LBH Arjuna Dorong Audit Efisiensi Anggaran dan Cegah Pemborosan

KABUPATEN BEKASI, JMPDNews Perumda Tirta Bhagasasi menyiapkan lima program strategis untuk meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memperluas jaringan ke kawasan industri, pusat data (data center), dan sektor usaha lainnya.

Program tersebut menjadi peluang bagi perusahaan daerah untuk meningkatkan pendapatan. Namun, rencana pengembangan usaha itu juga perlu dibarengi evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran agar tidak terjadi pemborosan dan seluruh belanja benar-benar memberikan manfaat.

Lima program strategis yang disiapkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan air minum, normalisasi saluran air baku, perluasan jaringan perpipaan, pemetaan kebutuhan air untuk mendukung program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), serta pengembangan kerja sama dengan sektor industri dan dunia usaha.

Pengembangan tersebut perlu disertai perencanaan yang terukur, terutama terkait kebutuhan investasi, biaya operasional, kemampuan keuangan perusahaan, dan manfaat yang akan diperoleh.

Evaluasi Anggaran Harus Menjadi Prioritas

Direktur LBH Arjuna Bakti Negara, H. Zuli Zulkipli, S.H., menilai bahwa program strategis perusahaan daerah tidak cukup hanya dilihat dari target perluasan layanan dan peningkatan pendapatan. Efisiensi anggaran juga harus menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja direksi.

“Setiap program harus memiliki perencanaan anggaran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, dan manfaat yang bisa dirasakan. Jangan sampai perusahaan sibuk membuat program baru, tetapi pengeluaran yang tidak efisien justru dibiarkan,” demikian pandangan yang dapat disampaikan dalam konteks pengawasan tersebut.

Evaluasi perlu mencakup belanja operasional, biaya administrasi, pengadaan barang dan jasa, biaya pemeliharaan, penggunaan aset, serta seluruh kegiatan yang berpotensi menimbulkan pengeluaran berulang tanpa hasil yang sebanding.

Belanja investasi juga perlu diperiksa, terutama untuk proyek perluasan jaringan dan kerja sama dengan pihak ketiga. Perusahaan harus memastikan bahwa setiap investasi didukung kajian kelayakan dan perhitungan manfaat ekonomi yang realistis.

Apabila ditemukan pengeluaran yang tidak diperlukan, biaya yang terlalu tinggi, atau program yang tidak mencapai target, manajemen perlu melakukan koreksi berdasarkan hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku.

Jangan Sampai Pendapatan Naik, Efisiensi Justru Menurun

Perluasan layanan ke kawasan industri dan pusat data berpotensi meningkatkan pendapatan Tirta Bhagasasi. Namun, peningkatan pendapatan tidak otomatis menunjukkan bahwa perusahaan telah dikelola secara efisien.

Karena itu, evaluasi kinerja perlu membandingkan pendapatan dengan biaya operasional, biaya produksi air, tingkat kehilangan air, biaya energi, realisasi investasi, dan hasil pelayanan kepada pelanggan.

Perusahaan juga perlu mengukur apakah belanja yang dikeluarkan sebanding dengan peningkatan jumlah pelanggan, kontinuitas pasokan, kualitas air, dan perluasan cakupan layanan.

Jika biaya meningkat tanpa diikuti perbaikan pelayanan atau pertumbuhan pendapatan yang memadai, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi manajemen dan Dewan Pengawas.

Kerja Sama dengan Pihak Ketiga Harus Transparan

Evaluasi juga perlu diarahkan pada seluruh kerja sama dengan pihak ketiga. Setiap perjanjian harus memberikan manfaat yang jelas bagi perusahaan daerah, memiliki pembagian risiko yang wajar, dan tidak membebani keuangan perusahaan secara berlebihan.

Apabila terdapat kerja sama yang tidak lagi menguntungkan, perlu dilakukan kajian untuk menentukan langkah perbaikan sesuai isi kontrak dan peraturan yang berlaku.

Pengawasan ini penting agar aset, pendapatan, serta kepentingan perusahaan daerah tetap terlindungi. Setiap dugaan penyimpangan harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan mekanisme yang berwenang, bukan sekadar berdasarkan asumsi.

Bupati dan Dewan Pengawas Perlu Memastikan Hasilnya

Pemerintah Kabupaten Bekasi sebagai pemilik modal daerah perlu memastikan bahwa program strategis Tirta Bhagasasi berjalan dengan tata kelola yang baik. Dewan Pengawas juga perlu menjalankan fungsi pengawasan secara efektif terhadap kinerja direksi, penggunaan anggaran, dan pelaksanaan kerja sama usaha.

Evaluasi dapat dilakukan melalui pemeriksaan realisasi anggaran dibandingkan dengan rencana kerja, penilaian indikator kinerja, serta audit internal maupun pemeriksaan oleh pihak yang berwenang sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Tujuannya bukan menghambat pengembangan usaha, melainkan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan hasil yang sepadan.

Pada akhirnya, keberhasilan Tirta Bhagasasi tidak cukup diukur dari bertambahnya pelanggan industri atau meningkatnya pendapatan. Perusahaan juga harus mampu menekan biaya yang tidak perlu, menjaga kesehatan keuangan, memperluas akses air bersih, dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

JMPDNews – Mengawal Informasi, Mengawasi Kebijakan, Membela Kepentingan Publik.