SMKN 1 Karawang Perkuat Tata Kelola, Renstra 2025–2029 Dorong Transparansi dan Kesiapan Industri

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 08 September 2026 | 39x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

SMKN 1 Karawang Perkuat Tata Kelola, Renstra 2025–2029 Dorong Transparansi dan Kesiapan Industri

KARAWANG — JMPDNEWS 

SMK Negeri 1 Karawang (Neskar) terus melakukan pembenahan tata kelola pendidikan dengan menyusun Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 sekaligus Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2026.

Penyusunan tersebut dilakukan melalui pendekatan bottom-up, dengan menghimpun berbagai usulan dari para guru dan unsur sekolah. Langkah ini diarahkan agar program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan sekolah sekaligus tuntutan dunia industri.

Dalam penyusunan Renstra tersebut, transparansi program dan keuangan ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting. Pihak sekolah berharap keterbukaan tersebut dapat membangun rasa memiliki dan kepedulian seluruh warga sekolah terhadap program-program yang telah ditetapkan.

Proses penyusunan juga melibatkan berbagai unsur sekolah, mulai dari wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, ketua bengkel, unsur tata usaha, ICT, BP/BK hingga komunitas belajar.

Selain penguatan akademik dan kompetensi kejuruan, SMKN 1 Karawang juga memasukkan aspek pembentukan karakter siswa. Program yang dirancang antara lain penguatan kemampuan matematika dasar, kegiatan olahraga, pengajian pagi serta bimbingan konseling kelompok secara terjadwal.

Pihak sekolah menyatakan bahwa Renstra tersebut disusun untuk mendukung visi Jawa Barat melalui konsep “Gapura Pancawaluya: Cageur, Bageur, Pinter, Bener, Singer”, sekaligus mempersiapkan lulusan agar mampu bersaing di dunia industri maupun tingkat nasional dan global.

Direktur LBH Arjuna: Transparansi Harus Menjadi Budaya Sekolah

Direktur LBH Arjuna, H. Zuli Zulkipli, S.H., mengapresiasi langkah SMKN 1 Karawang yang menjadikan transparansi dan keterlibatan guru sebagai bagian dari proses penyusunan Renstra.

Menurutnya, sekolah negeri memiliki tanggung jawab besar untuk membangun tata kelola pendidikan yang profesional, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi terhadap langkah SMKN 1 Karawang menyusun Renstra dengan melibatkan unsur guru dan berbagai komponen sekolah. Ini merupakan langkah positif karena perencanaan yang baik seharusnya memang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Zuli.

Ia menilai transparansi tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen perencanaan, tetapi harus diwujudkan dalam pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran.

“Transparansi jangan berhenti pada saat Renstra dibuat. Masyarakat, orang tua siswa dan warga sekolah tentu berharap program yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan secara terbuka, termasuk dalam penggunaan anggaran dan pencapaian targetnya,” tegasnya.

Menurut Zuli, SMKN 1 Karawang mempunyai posisi strategis karena sekolah kejuruan dituntut mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri yang terus berkembang.

Karena itu, menurutnya, penguatan kompetensi siswa harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter.

“Kita tidak hanya membutuhkan lulusan yang pintar secara akademik dan terampil secara teknis. Dunia industri juga membutuhkan anak-anak yang disiplin, berintegritas, memiliki etos kerja dan karakter yang baik. Karena itu, program akademik, kejuruan dan pembentukan karakter harus berjalan bersama,” katanya.

Ia juga mendorong agar hubungan antara sekolah, komite, orang tua, pemerintah dan dunia industri semakin diperkuat sehingga Renstra tidak sekadar menjadi dokumen administratif.

“Renstra harus menjadi kompas. Kalau perencanaannya sudah bagus, tinggal bagaimana konsistensi pelaksanaannya, evaluasinya dan keterbukaan kepada publik. Kalau itu bisa dijaga, saya yakin SMKN 1 Karawang dapat semakin kuat dan menjadi contoh tata kelola SMK negeri yang profesional,” pungkas Direktur LBH Arjuna.

JMPDNEWS — Pendidikan | Karawang

Sumber: SMK Negeri 1 Karawang