Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Asep: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

Avatar photo

JMPD News - Admin

, 01 September 2026 | 98x

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Asep: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

BEKASI – jmpdnews 

Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (31/8/2026).

Program pendidikan berasrama tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, tersebut dibuka langsung oleh Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, bersama jajaran Forkopimda, perwakilan pemerintah pusat, DPR RI, serta unsur terkait lainnya.

Sebanyak 417 siswa tercatat mengikuti MPLS. Dari jumlah tersebut, 237 siswa berasal dari Kabupaten Bekasi, sedangkan lainnya berasal dari Kota Bekasi serta merupakan siswa pindahan dari Sekolah Rakyat rintisan.

Siswa asal Kabupaten Bekasi terdiri atas 57 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang termasuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2, serta masyarakat yang membutuhkan.

Asep: Pendidikan Tidak Boleh Terhambat Faktor Ekonomi

Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan bagi seorang anak untuk kehilangan hak memperoleh pendidikan.

Menurut Asep, pendidikan merupakan hak setiap anak. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depannya hanya karena kondisi ekonomi atau keterbatasan yang dihadapinya.”

Asep menilai keberadaan Sekolah Rakyat tidak sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun harapan dan mempersiapkan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah ini bukan sekadar tempat untuk belajar. Sekolah Rakyat adalah tempat untuk membangun harapan dan mempersiapkan masa depan.”

Ia juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menjaga persahabatan, serta terus memelihara cita-cita.

Pemkab Diminta Menjamin Keberlanjutan Program

Keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi mendapat apresiasi karena program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk menekan angka putus sekolah.

Namun, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah siswa yang diterima. Pemerintah daerah juga perlu memastikan kualitas pendidikan, pembinaan karakter, ketersediaan fasilitas asrama, layanan kesehatan, serta keberlanjutan pendidikan para peserta didik.

Pemkab Bekasi sebelumnya juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dapat menjadi pintu bagi anak-anak yang pernah putus sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan formal.

Asep menegaskan bahwa Pemkab Bekasi akan terus mengawal keberlangsungan program tersebut bersama pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat.

“Dari sekolah ini saya yakin akan lahir generasi-generasi hebat yang kelak mampu membawa perubahan bagi keluarganya, bagi daerahnya, dan juga bagi bangsa dan negara.”

Bagi Kabupaten Bekasi, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi solusi pendidikan bagi keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

JMPDNews – Pendidikan untuk semua, masa depan untuk generasi.