Normalisasi Irigasi Dimulai, Plt. Bupati Bekasi Kerahkan Kolaborasi Lintas Instansi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
JMPDNEWS.WEB ID
Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan pada musim kemarau dengan mempercepat normalisasi sejumlah saluran irigasi di wilayah utara. Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Pemkab Bekasi, BBWS Citarum, dan Perum Jasa Tirta (PJT) II untuk memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga.
Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa normalisasi irigasi menjadi prioritas guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus mencegah gagal panen akibat berkurangnya debit air di musim kemarau. Menurutnya, kelancaran distribusi air merupakan kebutuhan mendesak bagi ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemkab Bekasi, pekerjaan normalisasi difokuskan pada beberapa titik, di antaranya:
Saluran BKG 26–40 di Kecamatan Pebayuran dan Cabangbungin sepanjang ±14 kilometer.
Saluran Sekunder Balong Tua di Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi sepanjang ±7,6 kilometer.
Saluran Sekunder Rawakuda di Cikarang Timur dan Kedungwaringin sepanjang ±1,6 kilometer.
Rehabilitasi sejumlah saluran sekunder di Sukakarya, Sukawangi, dan Cabangbungin.
Kolaborasi tersebut melibatkan BBWS Citarum sebagai pelaksana pekerjaan normalisasi, PJT II yang mengerjakan ruas saluran dengan dukungan alat berat, serta Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menyediakan dukungan operasional dan koordinasi lintas perangkat daerah.
Selain mengatasi ancaman kekeringan, normalisasi saluran juga diharapkan mampu memperlancar aliran air, mengurangi sedimentasi, membersihkan eceng gondok dan sampah, serta meningkatkan kapasitas saluran untuk mengurangi risiko banjir saat musim penghujan.
JMPDNews menilai langkah percepatan normalisasi ini perlu dikawal hingga tuntas. Masyarakat, khususnya para petani, berharap pekerjaan tidak berhenti pada tahap seremonial, melainkan benar-benar menghasilkan sistem irigasi yang berfungsi optimal sehingga ketahanan pangan Kabupaten Bekasi dapat terjaga secara berkelanjutan.



Komentar via Facebook