PLT BUPATI BEKASI DORONG PEMBANGUNAN BERKARAKTER, H. ZULI ZULKIPLI: BEKASI BOLEH MODERN, TAPI JANGAN KEHILANGAN JATI DIRI
BEKASI — jmpnews
Langkah Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja yang mendorong pembangunan Kabupaten Bekasi dengan tetap memperhatikan karakter lokal dan budaya masyarakat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur, arah pembangunan yang tetap berpijak pada identitas masyarakat dinilai penting agar kemajuan Kabupaten Bekasi tidak membuat nilai-nilai budaya lokal semakin terpinggirkan.
Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah penataan sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Bekasi dengan mengangkat karakter dan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas kawasan.
Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi model pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga mengembangkan potensi budaya, pariwisata, ekonomi masyarakat dan kearifan lokal.
Direktur LBH Arjuna Bakti Negara, H. Zuli Zulkipli, SH, menyampaikan dukungannya terhadap langkah Plt Bupati Bekasi tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah dan komitmen Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja yang mulai mendorong pembangunan Kabupaten Bekasi tidak hanya dari sisi infrastruktur dan investasi, tetapi juga memperhatikan karakter, budaya dan identitas masyarakat lokal.”
Menurut Zuli, Kabupaten Bekasi memiliki karakter yang unik. Di satu sisi merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, namun di sisi lain masih memiliki desa-desa dengan kekayaan budaya, tradisi dan kearifan lokal yang harus dipertahankan.
“Pembangunan yang baik bukan sekadar membangun jalan, gedung dan kawasan industri. Pemerintah juga harus membangun jati diri daerah dan kesejahteraan masyarakatnya,” tegasnya.
Ia menilai gagasan penataan desa dengan mengangkat karakter budaya lokal merupakan langkah strategis apabila dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menggandeng kepala desa, tokoh masyarakat, budayawan, pemuda, pelaku UMKM dan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berbasis budaya tidak berhenti sebagai slogan.
“Bekasi memang daerah industri, tetapi jangan sampai kemajuan industri membuat kita kehilangan akar budaya dan kearifan lokal. Bekasi boleh semakin modern, tetapi identitas dan budaya masyarakatnya jangan pernah hilang,” ujar Zuli.
Ia juga berharap kebijakan Plt Bupati Bekasi tersebut dapat menjadi bagian dari paradigma baru pembangunan Kabupaten Bekasi, yakni pembangunan yang menggabungkan kemajuan ekonomi, pemerataan pembangunan, pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mendukung langkah Plt Bupati. Tetapi dukungan masyarakat tentu harus dijawab dengan kebijakan nyata, transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kalau pembangunan maju, ekonomi tumbuh, budaya terjaga dan masyarakat sejahtera, itulah pembangunan Kabupaten Bekasi yang sesungguhnya,” pungkasnya.
JMPDNews — Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.



Komentar via Facebook